Biodata John Juanda , Raja Judi Poker Asal Medan Indonesia

biodata john juanda

Biodata John Juanda alias JJ seorang pria asal Medan yang jadi penguasa poker di Amerika untuk mendirikan pengobatan tak dipungut upah terbukti bukan sosok sembarangan.

John Juanda yang namanya kerap melambung ini kerap sekali mendapat tawaran sponsor untuk mempromosikan sbobet daftar oleh berbagai mitra sbobet terpercaya.

Dari biodata John Juanda alias JJ, dikenal pria orisinil Sumut itu memiliki prestasi luas umum dan menjuarai 5 kali World Series of Poker (WSOP) di Amerika.

Untuk lebih lengkapnya lantas saja simak biodata judi John Juanda alias JJ yang Kami himpun dari kisah seorang JJ dan berjenis-jenis sumber berikut ini:

John Juanda mulai mengetahui permainan poker ketika dia mencapai perjalanan ke Amerika untuk melanjutkan pengajaran S1 pada 1990.

Di atas pesawat, teman sebangkunya mengenalkan permainan yang memakai kartu remi hal yang demikian.

Oh iya, saat ini masih banyak orang yang belum tahu cara daftar akun sbobet, padahal mereka bisa bertanya kepada layanan customer service.

Setelah menamatkan pengajaran S1 di Oklahoma State, dia kemudian melanjutkan S2 di Seattle University.

Setelah mendapatkan gelar MBA pada 1996, Juanda memilih poker sebagai mata pencariannya.

Tahun 1996 John Juanda menamatkan pengajaran S2 di Seattle University, Amerika Serikat.

Semasa kuliah S2 itulah John Juanda mengisi waktu lengang kuliahnya untuk berjudi poker di kasino yang terletak tidak jauh dari kampus Seattle University.

Pada tahun 1999, John Juanda meniru kejuaraan WSOP pertamanya, ketika itu dia sukses menduduki peringkat kesembilan dan mendapatkan hadiah uang sebesar USD 1.500.

Bermula dari sanalah, pria kelahiran 48 tahun ini memutuskan untuk menjadi penjudi profesional.

Biodata John Juanda di dunia Poker sungguh-sungguh disegani, malahan dalam World Series of Poker (WSOP) yang berlangsung di Inggirs pada tahun 2008 silam, dalam semalam John bisa mendapatkan uang senilai Rp 19 miliar, sebuah pencapaian yang bikin iri para penjudi-penjudi profesional lainnya.

Bagi pria asal Medan, Sumut, yang pernah menjadi ikon poker dunia hal yang demikian, judi bisa jadi pekerjaan jika dilakukan dengan profesional.

Nama John Juanda pada tahun 2014 lalu pernah menjadi diskusi hangat lantaran prestasinya menjuarai World Series of Poker (WSOP).

Menurut sumber informasi lain , John Juanda tidak hanya sekali menjuarai WSOP tetapi sudah lima kali, adalah pada tahun 2002, 2003, 2008, 2011, dan terakhir 2014.

Dari prestasinya menjuarai lima kali WSOP, John mendapatkan hadiah total USD 2.330.926 atau sekitar Rp 28 milliar.

Jauhi alkohol

Kartu remi dan permainan poker sudah membekas di daya ingat John Juanda semenjak kecil.

Sebab, sulung dari empat bersaudara ini sering kali kali memperhatikan ayahnya bermain berjudi.

Seperti dikutip sebagian web, hal yang paling diingatnya adalah kultur ayahnya yang selalu menenggak minuman memabukkan ketika sedang berjudi.

Akibatnya, sang ayah sering kali kali menelan kekalahan.

Kenangan buruk hal yang demikian membuat Juanda tidak pernah meminum alkohol ketika bertarung tanding poker.

Uniknya, walaupun tidak minum, pria yang memiliki sebutan ‘JJ’ ini tetap memesan minuman.

Minuman hal yang demikian kemudian diberikan terhadap lawannya.

Turnamen profesional

John Juanda tercatat mulai meniru turnamen poker profesional semenjak 1999. Pada ketika itu, dia mencatatkan namanya di urutan ke sembilan turnamen World Series of Poker (WSOP) di Amerika.

Di turnamen yang sudah dimenangkannya sebanyak lima kali hal yang demikian, Juanda mempunyai hak atas kampiun sebesar USD 15.000

Empat bulan kemudian, di turnamen yang sama, dia finish di urutan ke tujuh dan mempunyai hak atas hadiah USD 399.600.

Selama musim panas tahun 2000, Juanda menciptakan dirinya sebagai rising star dalam turnamen poker profesional ketika dia sukses finish sebanyak enam kali.

Pada turnamen US Poker Championship di Kota Atlantic, dia sukses finish di urutan kedua dan mempunyai hak atas uang tunai sebesar USD 159 ribu.

John Juanda mengakui jika segala kemenangannya di turnamen poker segala dunia tidak lepas dari campur tangan Maha.

Sebab itu pula, sebagai wujud terima kasih, dia berencana menyediakan perawatan medis tak dipungut upah bagi masyarakat ketika dirinya pensiun bermain poker nanti.

Rencananya, uang yang diperoleh bisa membantu sesama umat manusia yang membutuhkan bantuannya terutama soal pengobatan tak dipungut upah.

Dewa judi dunia orang Kalimantan

Mengobrol dunia perjudian, selain sosok John Juanda ada juga sosok dewa judi yang berasal dari Pulau Kalimantan bernama Paul Phua.

Meskipun berasal dari Kalimantan, Phua bukan orang Indonesia, tetapi Malaysia.

Phua disebut sebagai salah satu bandar taruhan terbesar di dunia, dan selama bertahun-tahun dia sudah memberikan pengaruh besar pada perjudian dunia.

Menginformasikannya dari sumber lain, Phua adalah sosok yang sederhana selama berkiprah di dunia judi, dia sudah mendirikan kerajaan perjudian di Hong Kong, Las Vegas, London dan Melbourne.

Paul Phua dalam sebuah perjudian

Paul Phua dalam sebuah perjudian (Istimewa )
Permulaan awalnya dia hanyalah seorang pekerja kontruksi, tetapi ketika dia hidup dengan perjudian kecil di Kuala Lumpur dia menemukan lingkungan yang menguntungkan.

Dikatakan dia sudah menciptakan kekayaan sebesar 400 juta dolar AS (sekitar Rp6 Triliun). Mulanya dia hanyalah seorang operator jamuan makan VIP di Macau.

Pada 2006 dia berprofesi dengan Steve Wynn dan membuka Whynn Macau dan memperluas bisnis hal yang demikian dan menjadi pemain poker.

Pada 2010, permainan judi Las Vegas mulai bergerak ke Macau, pemain seperti Tom Dwan, Phil Ivey, Chau Giang, Patrik Antonius, dan John Juanda malahan pindah ke sana.

Pada 2011, pemain poker profesional lainnya sudah bergabung di Macau. Phua juga ikut serta bermain pada laga ini pada tahun 2012. Phua menjelang World Series of Poker 2012 sebesar 1.000.000 dolar AS (sekitar Rp15 miliar) Big One untuk satu acara Drop.

Pada 2012, Phua memenangkan Aspers 100 ribu poundsterling (sekitar Rp1,9 miliar) High Roller.
Di London sesudah mengalahkan Richard Yong dia mendapatkan uang terbesarnya, sebesar sekitar Rp24 miliar.

Paul Phua ketika dalam sebuah laga judi

Paul Phua ketika dalam sebuah laga judi (Istimewa)
Selama laga uang tunai di Milies Aussie 2014, Phua terlibat dalam pot senilai 991 ribu dolar AS (sekitar Rp15 milliar) melawan sesama pemain poker Macau, Lo Shing Fung.

Tetapi pada 2014 dirinya menjadi salah satu buruan FBI karena sepak terjangnya yang berbahaya.
Pada 5 Agustus 2014, Paul Phue berada di podium ruang sidang, ketika dirinya diadili.

Ia diadili oleh Departemen Kehakiman karena dia, bersama tujuh orang lainnya, melaksanakan perusahaan ilegal dalam taruhan Piala Dunia tahun 2014.

Tetapi sama seriusnya dengan melanggar hukum game AS, kasus Phua lebih dari sekedar taruhan dalam laga sepakbola.

Pasalnya kesibukan Phua adalah indikasi meningkatnya kekhawatiran pemerintah AS tentang bagaimana, dan dari mana, uang mengalir ke Las Vegas dan cara keuangan AS.

Tetapi, sesudah penangkapan hal yang demikian dia tidak benar-benar diadili karena FBI mengumpulkan bukti tanpa memperhatikan perlindungan konstitusi Paul Phua.

Dengan kata lain mereka tidak memiliki surat instruksi untuk menangkap Phua, walhasil dia sukses menandakan keridakbersalahannya.

Tetapi, dalam keterangan lain ada campur tangan pemerintah yang membuatnya bisa lolos dari jerat hukum.